Detoks dengan Green Food
Apakah Anda sering sakit kepala, flu, lelah, lesu, mudah lupa, sulit konsentrasi, kulit kering, gatal-gatal, mudah alergi, bau badan dan kaki, serta berat badan semakin bertambah. Waspadalah! Bisa jadi, di dalam tubuh Anda ada peningkatan toksin. Untuk mengatasinya jaga pola makan sehat dengan gizi seimbang, mengonsumsi green food (makanan hijau), dan olahraga.
Tanpa disadari atau tidak, setiap hari racun (toksin) masuk ke dalam tubuh baik dari polusi udara, air, penggunaan obat-obatan, bahkan melalui makanan sehari-hari serta zat kimia lain yang berbahaya. Secara internal tubuh memang memroduksi toksin sebagai hasil sampingan dari proses metabolisme tubuh dalam berbagai bentuk seperti, radikal bebas, asam urat, asam laktat dan sebagainya.
Sampah pencernaan pun bila tertahan lama dalam usus besar juga akan menghasilkan toksin-toksin baru yang akan merusak saluran cerna dan dapat terserap kembali ke dalam sirkulasi darah sehingga meningkatkan akumulasi toksin dalam tubuh. Karena racun masuk setiap saat dalam jumlah yang sangat banyak dan diluar kemampuan tubuh untuk membuangnya. Terlebih pada kondisi lelah berkepanjangan, sakit, penuaan, dll, proses pengeluaran toksin dari dalam tubuh (detoksifikasi) ini tidak akan berjalan dengan baik.
Dengan kondisi tersebut, sangat disarankan secara berkala melakukan program detoksifikasi. Menurut ahli terapi gizi lulusan Queensland Institute of Natural Science, Andang Gunawan, ahli Terapi Gizi, bukan cuma orang gemuk yang perlu melakukan detoksifikasi. Yang kurus pun sebaiknya menjalani kegiatan ini secara periodik agar racun yang masuk dalam tubuh tidak menumpuk dan menjadi penyakit yang parah.
Sehat Bugar, Kulit pun Bercahaya
Sebelum terpaksa pergi ke dokter, kita memang selalu merasa diri sehat. Padahal dengan pola makan, pola hidup, serta pencemaran yang terjadi saat ini, sulit untuk kita bisa hidup sehat. Kalau buang air besar yang menjadi patokan, sesungguhnya sangat bisa jadi kotoran yang kita keluarkan hari ini merupakan kotoran dua hari yang lalu. “Jadi bisa dibayangkan, kita sudah menyimpan racun dalam tubuh selama dua hari,” jelasnya.
Detoksifikasi, kata Andang, bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya; puasa seperti yang selama ini dilakukan secara agama (makan hanya selepas magrib hingga sebelum subuh); memperbanyak mengonsumsi makanan berserat, sayuran, dan buah-buahan; Bahkan yang lebih ekstrem lagi, hanya minum air putih. Dengan berpuasa atau menyantap makanan yang mudah dicerna, tubuh tidak menggunakan energi untuk mencerna makanan, tetapi betul-betul untuk membuang racun.
Proses detoksifikasi dalam tubuh berlangsung di seluruh sel tubuh. Toksin yang telah dilemahkan oleh sel akan masuk ke dalam aliran darah dan dikirim ke hati untuk diproses lebih lanjut. Sebagian akan dikirim ke ginjal untuk dibuang melalui urin. Sebagian lagi dibuang melalui kantung empedu, lalu masuk ke dalam usus, akhirnya dibuang bersama tinja. Selain itu, sebagian toksin yang diproses oleh sel-sel kulit akan dibuang melalui keringat
Tujuan utama melakukan detoks, agar badan sehat karena metabolisme terjaga dengan baik. Detoks yang dilakukan secara rutin juga bermanfaat lain, yaitu: kulit jadi lebih bercahaya, sehat dan mulus, berat badan terjaga, meningkatkan vitalitas, meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh, serta menghilangkan selulit. “Karena tubuh menjadi lebih bugar, pada akhirnya mengurangi insomnia, stres atau depresi,” kata Andang.
Khasiat Barley Hijau
Berbicara soal makanan berserat, kini banyak terdapat food suplemen (makanan tambahan) berserat tinggi dalam bentuk ekstrak yang berkhasiat untuk membersihkan racun dalam tubuh. Makanan ini populer disebut green food (makanan hijau). Salah satu food suplemen yang masuk dalam kategori green food adalah green barley — makanan berserat tinggi terbuat dari ekstrak daun barley muda berkonsentrasi tinggi.
Green barley berkhasiat untuk memperbaiki pencernaan sehingga terhindar dari sembelit, kolesterol tinggi, kanker usus besar, serta membantu menjaga berat badan ideal; mengatur kadar pH darah sehingga metabolisme lancar dan tubuh tetap sehat. Manfaat lain, menjaga organ hati (detoksifikasi) dan ginjal (mencegah asam urat).
Yoshihide Hagiwara M.D.menjelaskan, green barley mengandung vitamin C tujuh kali lipat dari jeruk dengan berat yang sama. Dan, mengandung zat besi lima kali lipat dari bayam tinggi. Green barley juga mengandung; antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh; klorofil dalam jumlah cukup tinggi yang berkhasiat untuk mempercepat pembuangan racun dan secara bersamaan membantu menghilangkan bau mulut dan badan; enzim-enzim yang berguna untuk mempercepat proses metabolisme tubuh; mineral dan protein.
Dalam jumlah kecil, mineral dibutuhkan untuk berbagai proses metabolisme tubuh. Tanpa mineral tubuh tak akan dapat berfungsi secara optimal. dr. Phaidon L. Toruan, MM mengatakan, secara umum ada mineral baik yang memang diperlukan oleh tubuh, tapi ada pula mineral jahat yang tidak diperlukan tubuh. Bila dikonsumsi, justru dapat meracuni tubuh.
Sedangkan protein bermanfaat untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan hormon pertumbuhan, asam amino dalam protein membentuk creatine yang membantu meningkatkan tenaga dan volume otot. mengatakan, para ilmuwan menemukan, bahwa kombinasi protein-karbohidrat dapat membantu menjaga hormon insulin tetap baik. Teks: dri
Tip Memilih Green Food
Makanan hijau yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
- Terbuat dari bahan-bahan herbal alami organik (tidak mengandung pestisida, herbisida, insektisida, rekayasa genetik, residu kimia industri, dan lain-lain) serta ditanam di atas lahan yang bebas dari residu bahan kimia tersebut.
- Mengandung protein dan semua jenis vitamin dan mineral penting (yang tidak dapat dibuat oleh tubuh) untuk meremajakan sel-sel sehingga proses detoks dapat berlangsung diseluruh sel tubuh. Produk yang hanya berfungsi membersihkan usus (cleansing) saja tidak akan memberikan hasil yang optimal. Hasilnya hanya sementara bahkan cenderung merusak sistem pencernaan.
- Aman bagi saluran pencernaan dan selaput lendir (mukosa) saluran cerna.
- Tidak menguras nutrisi sehingga tidak membuat lemas
- Tidak mengganggu keseimbangan flora atau bakteri normal dalam usus
- Mengandung herbal untuk memperkuat dan melindungi hati dan ginjal
Popularity: 2% [?]
Baca juga




Leave a Reply